Tergerus Maraknya Taksi Online, Nasib Saham Blue Bird Gimana?-JPNN.com

 

JAKARTA - Direktur Blue Bird Sigit Priawan menyatakan, fenomena menjamurnya angkutan umum berbasis online tidak berpengaruh besar terhadap kinerja saham perusahaan. Terbukti, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2015, masih dalam kategori wajar.

Menurutnya, kalaupun saham Blue Bird turun hal itu dirasa wajar terjadi. Bukan karena maraknya taksi online beroperasi.

"Transaksi saham kami masih berjalan wajar. Naik atau turun itu memang terjadi pada harga saham yang tergantung pada fundamental. (Saham) kami tidak naik atau turun signifikan. Tidak ada suspend," ujar Sigit belum lama ini.
 
Sigit menegaskan, tidak adanya penetapan suspensi BIRD dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) itu, menandakan bahwa kinerja BIRD masih bergerak wajar, meski marak sentimen angkutan online.
 
"Investor mengerti dengan permasalahan yang masih abu-abu ini," kata Sigit.
 
Karena itu, Sigit berharap, pemerintah bisa menerapkan aturan yang adil antara taksi resmi dan angkutan online. "Yang paling penting bagi kami, pemerintah bisa menciptakan kesetaran pengaturan. Jangan ada yang dibeda-bedakan," pinta Sigit. (chi/jpnn)
 
 


from JPNN.COM http://bit.ly/1Rd5di6
via IFTTT

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel